Tujuh Kiat Mengerjakan Skripsi Supaya Mulus Jaya

Tujuh Kiat Mengerjakan Skripsi Supaya Mulus Jaya



Saya hampir anjlok out dari kampus gara-gara era kuliah saya jauh melewati jatah durasi standar. Beruntung aku akhirnya lulus, tentu atas skripsi sekadarnya. Aku sering memperoleh banyak mahasiswa yang bermasalah ketika mengerjakan skripsi mereka. Terutama menimpa orang-orang yang kuliah lelet. Berbekal pengalaman individual, saya menolong beberapa orang biar bisa sukses terutama dalam mengerjakan skripsi. Sukur banyak yang lulus.



Berikut aku bagi kiatnya bakal Anda. Moga-moga berguna.

1. Pahamilah apabila dosen selalu punya hasrat untuk mencoret-coret naskah skripsi Anda.

Keberadaan dosen itu berdiri di menurut dua hal: selagi di depan kelas mengasih kuliah dan mencoret-coret cerita atau skripsi. Jadi, janganlah tersinggung. Hadapi oleh sikap kejiwaan: begitulah yang namanya dosen.

2. Mengikuti, mengangguk, tersenyum.

Jika Kalian diceramahi soal kekeliruan naskah skripsi Anda, jangan kadang-kadang membantah. Anda cukup bohong-bohongan serius memperhitungkan, pura-pura mengangguk sesuai paham, beserta tersenyumlah seakan Kalian menerima bukti dengan cara positif. Segalak-galaknya dosen pembimbing skripsi jika Kamu berperilaku serupa itu, maka orasi dosen tak lama. Gurubesar juga insan.

3. Berpakaian rapi serta wangi.

Anda boleh jarang mandi dan berpakaian awut-awutan. Tapi saat konsultasi skripsi, usahakan Anda mandi, membubuhkan pakain yang rapi dan menyemprotkan minyak harum. Penampilan Kalian yang segar tentu berpengaruh besar pada sikap pelatih kepada Anda. Percayalah.

4. Bawakan buah-buahan dan kue maupun buku.

Eits, ini bukan mendulang. Jelas bukan gratifikasi. Ini teknik Anda menerangkan bahwa Kamu peduli lalu perhatian atas Sang Gurubesar. Pilih buah-buahan dan kue yang punya bebauan segar lalu menarik diamati. Kalau dosen tersebut gemar keris, misalnya, bawakan beliau buku tentang keris. Hal itu akan membuat mood dosen Kalian baik.

5. Tidakboleh revisi seluruh yang dicoret.

Merevisi semua masukan dan coretan guru hanya hendak menghabiskan durasi dan menciptakan Anda stres. Contohnya dicoret 50 poin, Kalian cukup merevisi 10 saja. Lalu perlihatkan 5. Biasanya Sang Guru akan menilik yang lain. Lalu tunjukkan yang 5 lagi. Jadi. Jarang terdapat dosen yang memandang semua hasil coretannya. Jangan kurangingat, dosen yaitu profesi yang cukup sibuk. Jangan-jangan nyata dia pula lupa menurut apa yang pernah dia coretkan ke skripsimu. Kalau kemudian dia luang melihat ada poin yang belum kamu revisi, cukup melamar maaf serta bilang bahwa angka itu terlewat. Selanjutnya berjanjilah melakukan perbaikan lagi. Padahal pasti saja tidak butuh Anda lakukan.

6. Kamu harus benar-benarpercaya bahwa segala akan lewat.

Berapa lama sih dialog dan dikritik guru pembimbing? Paling lama sejam. Berapa lelet sih ujian skripsi dan dibantai dosen penguji? Paling lama 3 jam. Dan segenap akan berlalu. Akan lalui menjadi era lalu. Jadi tenang saja.

7. Tidak terlihat skripsi yang tidak terlihat catatan revisinya kala ujian skripsi.

Selaras seperti kali konsultasi. Perbaikan secukupnya saja. Kalau kemudian terbukti tidak segenap Anda revisi, sama seperti kiat terdepan: bilang saja terlewat. Situasi ini jarang timbul karena dosen sudah sibuk dengan kegiatan-kegiatan lain, dan mindset guru ketika satuorang mahasiswa sudah melalaikan ujian skripsi pernah dianggap lolos walaupun terlihat yang harus direvisi.

Sesuatu saat, salah satu pelatih penguji skripsi aku mendadak tiada bisa mendatangi ujian skripsi. Kesimpulannya saya mendatangi sendiri keesokan harinya di bagian Sang Guru Penguji. Beliau mempersilakan duduk sambil bilang begini, “Saya mengerti sejelek apapun skripsimu, pastilah kamu suah berusaha. Aku yakin kemarin ketika ujian skripsi, anda sudah diberi masukan oleh dosen-dosen penguji yang lain. Kamu bersimpuh santai saja di sini, 15 menit lagi saya nilai.”

Saya hanya melamun. Dia sibuk membaca buku, aku juga akhirnya pura-pura membaca skripsi aku. Benar, 15 menit selanjutnya, Sang Guru yang bijak itu menanya, “Kamu mau poin berapa?”

“Ya kalau bisa minta A, Pak…”

Beliau diam sejenak. Terus sambil menggoreskan nilai, beliau bilang, “Supaya tidak terkesan ganjil, saya kasih nilai A minus ya…”

Hati saya bersorak. Saya langsung melafalkan terimakasih banyak. skripsi teknik informatika saya pamitan, dia senggang bertanya, “Kamu ingat kenapa saya mempermudah urusanmu?”

Saya menggelengkan kepala.

“Karena anda segera bakal mengalami era sulit yakni mencari pekerjaan. Enggak mudah mencari karier di zaman masaini, apalagi kalian sarjana makulat. Kalau kalian cari kerjaan saja susah, bikin apa saya mempersulit skripsimu?”

Amat bijak betul Pak Dosen itu.

Nah, kiat dan pengalaman telah saya buat. Selamat menjalani…